Mudik Lebaran 2006
Oktober 22, 2006
Waktu mau pulang mudik, gw sempet bingung apakah mo lewat Cipularang (jakarta – Cipularang – Garut) atau lewat Puncak. Tapi berhubung gw mo jemput adik di Citeureup (Bogor), gw (dan rombongan) memutuskan utk lewat puncak saja. Maklum, kalau dari Citeureup mau ke Cipularang harus puter balik dulu ke Jakarta. Repot lah!
Puncak Lancar
Dan ternyata pilihan kita tepat banget. Berangkat jam 7 malem dari Citeureup, dari target jam 10 malem melewati daerah puncak, kenyataannya pada jam segitu kita sudah sampai di daerah Cileunyi (Bandung). Berarti cuma 3 jam perjalanan dari Jakarta – Bandung. Termasuk cepet utk ukuran waktu tempuh lewat puncak.
Lewat Jalur Alternatif
Di daerah Parakan Muncang, sekitar perbatasan Rancaekek Bandung, kita belok kanan. Kita sengaja menghindari jalan baru (nama jalan yang memotong sampai ke daerah Nagreg). Kita lewat ke Cicalengka kota. Hasilnya nggak sia-sia. Kita bisa terhindar dari kemacetan sepanjang kurang lebih 4 kilometer.
Memang kita bertemu juga dengan kemacetan tersebut, tapi setidaknya, kita hanya mengalami kemacetan sekitar 3 Km saja (dari total 7km macet, menurut berita di Radio). Waktu tempuh melewati kawasan Nagreg kira-kira sekitar 1,5 jam. Cukup lama juga, tapi tidak sampai macet total. Kita cukup beruntung karena memasuki kawasan Nagreg tepat saat jalanan dibuka full utk kendaraan dari arah Bandung. Pak polisinya baik banget
Dan akhrinya kita bisa sampai ke rumah di Garut sekitar jam setengah satu malem. Jadi total perjalanan dari Jakarta – Garut ditempuh dalam waktu 5,5 jam. Itu sudah termasuk istirahat 30 menit di Cianjur dan 30 menit di daerah Garut (beli makanan dulu).
Alhamdulillah mudik kali ini bisa terhindar dari macet. Jadi kita bisa lebih fit utk persiapan silaturahmi dengan keluarga